Rabu, 08 Desember 2010

Eubacteria dan Archaebacteria


Eubacteria dan Archaebacteria

Pendahuluan
Bakteri ditemukan pertama kali oleh ilmuwan Belanda bernama Anthony van Leeuwenhoek.
Ilmu yang mempelajari bakteri disebut bakteriologi.
Kingdom Eubacteria dan Archaebacteria merupakan kelompok makhluk hidup yang memiliki sel prokariotik. Archaebacteria dipisahkan dari Eubacteria karena memiliki susunan, struktur, dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria.

Eubacteria
Berasal dari awalan eu (=sejati) dan bacteria (=bakteri).
Ciri Eubacteria
Ukuran tubuh bervariasi, dari berdiameter 0,12 mikron - ratusan mikron. Bentuk  dasar sel bakteri beraneka ragam, yaitu kokus (bulat), basil (batang), dan spirila (spiral).

Bentuk kokus :
  • Monokokus, yaitu sel bakteri tunggal.
  • Diplokokus, yaitu dua sel bakteri kokus berdempetan.
  • Tetrakokus, yaitu empat sel bakteri kokus berdempetan berbentuk segi empat.
  • Sarkina, yaitu delapan sel bakteri kokus berdempetan membentuk kubus.
  • Strepkokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan membentuk rantai.
  • Stafilokokus, yaitu lebih dari empat sel bakteri kokus berdempetan secara gerombolan seperti buah anggur.

    Bentuk basil :
    • Monobasil, yaitu berupa sel bakteri basil tunggal.
    • Diplobasil, yaitu dua sel bakteri basil berdempetan.
    • Streptobasil, yaitu beberapa sel bakteri basil berdempetan membentuk rantai.



    Bentuk spirila :
    • Spiral, yaitu bentuk sel bergelombang.
    • Spiroseta, yaitu bentuk sel seperti sekrup.
    • Vibrio, yaitu bentuk sel seperti tanda baca koma.
      Struktur dan Fungsi Sel
      Dinding sel berfungsi sebagai pelindung dan pemberi bentuk bakteri. Dinding sel tersusun dari peptidoglikan, yaitu gabungan protein dan polisakarida.
      Peptidoglikan terbagi atas :
      • Bakteri Gram Positif adalah bakteri yang memilliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tebal.
      • Bakteri Gram Negatif adalah bakteri yang memiliki dinding sel dengan lapisan peptidoglikan yang tipis.
      Membran plasma adalah membrane yang menyelubungi sitoplasma. Tersusun dari lapisan fosfolipid dan protein. Berfungsi untuk mengatur pertukaran zat antara sel dengan lingkungannya.
      Sitoplasma adalah cairan sel. Tidak mengandung banyak organel seperti pada sel eukariotik. Sitoplasma mengandung ribosom, DNA, dan granula penyimpanan.
      Ribosom adalah organel yang tersebar dalam sitoplasma. Tersusun dari protein dan RNA. Berfungsi pada sintesis protein.
      DNA (deoxyribonucleic acid : asam deoksiribonukleat) adalah materi pembawa informasi genetic. Berupa rantai tunggal berbentuk melingkar. Beberapa bakteri memiliki tambahan DNA melingkari lain yang lebih kecil disebut plasmid.
      Granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Struktur dan fungsi tambahan meliputi kapsul, flagellum, pilus dan fimbria, klorosom, vakuola gas, serta endospora.
      Kapsul adalah lapisan di luar dinding sel pada jenis bakteri tertentu. Lapisan tebal disebut kapsul, jika tipis disebut lapisan lendir.
      Flagelum/bulu cambuk adalah struktur berbentuk batang atau spiral yang menonjol dari dinding sel. Tersusun dari protein. Berfungsi sebagai alat gerak pada beberapa jenis bakteri yang berbentuk batang dan spiral.
      Pilus adalah struktur berbentuk seperti rambut halus yang menonjol dari dinding sel.
      Fimbria adalah merupakan struktur sejenis pilus namun lebih pendek daripada pilus.
      Klorosom adalah struktur yang berada tepat berada di bawah membrane plasma. Mengandung pigmen dan klorofil. Klorosom terdapat pada bakteri yang melakukan fotosintesis.
      Endospora adalah bentuk istirahat dari beberapa jenis bakteri Gram Positif..

      Cara Hidup
      Eubacteria memperoleh makanan dibedakan menjadi bakteri heterotrof, dan bakteri autotrof.
      Bakteri heterotrof (Yunani, hetero = yang lain, thropos = memakan) adalah bakteri yang makanannya berupa senyawa organic dari organisme lain. Terbagi menjadi Bakteri saprofit dan bakteri parasit.
      Bakteri saprofit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari sisa-sisa organisme atau produk organisme lain. Misalnya daun yang gugur dan kotoran hewan.
      Bakteri parasit adalah bakteri yang memperoleh makanan dari inangnya. Inang tempat hidup bakteri adalah tumbuhan, hewan, dan manusia.
      Bakteri autotrof (Yunani, auto = diri, thropos = memakan) adalah bakteri yang mampu membuat makanannya sendiri. Dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri fotoautotrof dan bakteri kemoautotrof.
      Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat makanannya. Pigmen utamanya adalah klorofil dan karoten.
      Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang menggunakan energi kimia untuk mensintesis makanannya. Energi kimia diperoleh dari proses oksidasi senyawa anorganik.
      Bakteri aerob adalah bakteri yang membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya.
      Bakteri anaerob adalah  bakteri yang tidak membutuhkan oksigen bebas untuk memperoleh energinya. Energi diperoleh dari proses perombakan senyawa organic tanpa menggunakan oksigen disebut fermentasi.

      Reproduksi
      Reproduksi bakteri terjadi aseksual dan seksual. Secara aseksual terjadi dengan pembelahan biner. Secara seksual terjadi dengan transformasi, konjugasi, dan transduksi.
      Transformasi adalah masuknya DNA telanjang ke dalam sel bakteri dan megubah sifat sel bakteri.
      Transduksi adalah pemindahan materii genetik satu sel bakteri ke sel bakteri lainnya dengan perantara organisme lain yaitu bakteriofage.
      Konjugasi adalah pemindahan materi genetic secara langsung melalui kontak sel dengan membentuk struktur seperti jembatan di antara dua sel bakteri yang berdekatan.

      Klasifikasi Eubacteria
      Bakteri diklasifikasikan menjadi lima filum, yaitu Probacteria, Cyanobacteria, Spirochetes, Chlamydias, dan Gram-positif.

      Archaebacteria
      Archaebacteria (Yunani, archaio  = kuno) adalah merupakan kelompok bakteri yang dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan. Archaebacteria hidup di lingkungan yang ekstrim. Berdasarkan lingkungan hidupnya, kelompok bakteri ini dibedakan menjadi bakteri metagonen, bakteri halofil, dan bakteri termoasidofil.
      Bakteri metagonen adalah bakteri yang menghasilkan metana dari gas hydrogen dan COatau asam asetat. Metana disebut sebagai biogas.
      Bakteri halofil (Yunani, halo = garam, philos = suka) adalah bakteri yang hidup di lingkungan dengan kadar garam tinggi.
      Bakteri termoasidofil hidup di lingkungan ekstrim yang panas dan asam. Kondisi optimal untuk bakteri ini adalah pada tempertatur 60 - 800C dengan pH 2 - 4.

      Bakteri yang Menguntungkan
      Eubacteria
      • Pembusukan sisa-sisa makhluk hidup.
      • Pembuatan makanan dan minuman hasil fermentasi.
      • Berperan dalam siklus nitrogen sebagai bakteri pengikat nitrogen.
      • Penyubur tanah.
      • Penghasil antibiotik.
      • Penelitian rekayasa genetika dalam berbagai bidang.
      • Pembuatan zat kimia.
      Archaebacteria
      • Berperan dalam proses pembusukan sampah dan kotoran hewan sehingga menghasilkan energi alternatif metana berupa biogas.

      Bakteri yang Merugikan
      Eubacteria
      • Pembusukan makanan.
      • Penyebab penyakit pada manusia.
      • Penyebab penyakit pada hewan.
      • Penyebab penyakit pada tanaman budidaya.
      Archaebacteria
      • Penyebab kerusakan makanan yang diawetkan dengan garam.

      Penanggulangan terhadap Bakteri yang Merugikan
      Pengawetan dan pengolahan makanan adalah usaha membuat kondisi makanan tidak mudah dirusak oleh mikroorganisme, misalnya bakteri.
      Pasteurisasi adalah pemanasan dengan suhu 63 - 72oC selama 15 - 30 menit.
      Sterilisasi adalah pemanasan dengan menggunakan udara panas atau uap air panas bertekanan tinggi.
      Kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan
      • Menjaga kebersihan lingkungan
      • Menjaga kebersihan badan dengan mandi dan mencuci tangan sebelum makan
      • Melakukan olahraga secara teratur.
      • Makan makanan bergizi.
      • Cukup istirahat.
      Imunisasi adalah upaya untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme, misalnya bakteri.
      Contoh vaksin untuk pencegahan penyakit :
      • Vaksin kolera untuk mencegah penyakit kolera.
      • Vaksin tifus untuk mencegah penyakit tifus.
      • Vaksin BCG untuk mencegah penyakit TBC.
      • Vaksin DPT untuk mencegah difteri, pertusis/batuk, dan tetanus.

      3 komentar:

      WeHeartBiology mengatakan...

      Menurut Poul tentang pelajaran ini, Archaebacteria dipisahkan dari Eubacteria karena memiliki susunan, struktur, dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria. Eubacteria memiliki bentuk bulat, batang, dan spiral. Eubacteria memperoleh makanan dengan cara heterotrof dan autotrof. Archaebacteria terbagi atas bakteri metagonen,halofil, dan termoasidofil. Archaebacteria hidup di lingkungan ekstrim. Eubacteria dan Archaebacteria memberikan keuntungan bagi manusia juga ada memberikan kerugian bagi manusia. Penanggulangan bakteri merugikan ini dengan cara: pengawetan dan pengolahan makanan, menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan, dan pemberian imunisasi.

      WeHeartBiology mengatakan...

      Pembelajaran tentang bakteri ini akan membuat kalian mengerti secara rinci tentang bakteri. Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteri adalah bahwa susunan, struktur, dan urutan asam nukleat mereka berbeda. Bentuk-bentuk Archaebacteria dan Eubacteria juga beragam. Namun yang lebih menarik adalah bentuk Eubacteria karena bentuknya ada yang kokus (bulat), basil (batang), dan spirila (spiral). Untuk tiap bentuk-bentuk tersebut pun memiliki bentuk-bentuk lagi yang lebih beragam (dapat dilihat di atas). (Seulgi Y. S)

      WeHeartBiology mengatakan...

      Pembahasan dari bab ini menjelaskan mengenai Archaebacteria dengan Eubacteria, yang dimana archaebacteria dipisahkan dengan eubacteria karena memiliki susunan, struktur, dan urutan asam nukleat yang berbeda dengan Eubacteria. Dan dalam pembahasan ini kita juga dapat melihat secara lebih detail setiap ciri, struktur dan fungsi dari archaebacteria dan eubacteria .Yang dimana Eubacteria memiliki bentuk bulat, batang, dan spiral. Eubacteria memperoleh makanan dengan cara heterotrof dan autotrof. Archaebacteria terbagi atas bakteri metagonen,halofil, dan termoasidofil. Sedangkan Archaebacteria hidup di lingkungan ekstrim.
      (Shierly Jean)

      Poskan Komentar